Change Language

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Cidera Panas

CEDERA PANAS


PENGERTIAN


Cedera panas adalah bentuk gangguan kesehatan yang dapat terjadi karena gagalnya tubuh menjaga keseimbangan panas. Tubuh manusia senantiasa mengadakan metabolisme. Metabolisme ini akan menghasilkan panas. Saat tubuh mengadakan aktivitas yang berat maka metabolisme tubuh juga akan semakin meningkat, sehingga panas tubuh akan semakin meningkat. Hal ini apabila seseorang melakukan latihan berat di lingkungan yang panas, maka lingkungan yang panas ini akan semakin meningkatkan panas tubuh, sehingga makin besar resikonya terkena cedera panas.

BENTUK CEDERA PANAS

  1. KEJANG PANAS

Disebabkan karena banyak keringat yang keluar, selain itu banyak juga elektrolit yang keluar sehingga tubuh kekurangan air dan elektrolit. Keadaan seperti ini dapat mengakibatkan kejang.

  1. PINGSAN KARENA PANAS / HEAT SYNCOPE

Merupakan bentuk cedera panas yang paling ringan. Disebabkan kurangnya aliran darah ke otak karena saat panas tubuh meningkat, tubuh akan menyesuaikan diri untuk mengurangi panas tubuh dengan cara melebarkan pembuluh darah. Dengan melebarnya pembuluh darah, panas tubuh yang berlebih akan dilepaskan. Akibat pelebaran pembuluh darah, maka aliran darah ke otak akan berkurang sehingga dapat mengakibatkan seseorang menjadi pingsan.

  1. KELELAHAN PANAS / HEAT EXHAUSTION

Disebabkan karena tubuh kekurangan cairan dan elektrolit, tetapi tingkatnya lebih berat dibandingkan kejang atau pingsan.

  1. SENGATAN PANAS / HEATSTROKE

Merupakan gangguan yang paling berat dan merupakan keadaan gawat darurat, sehingga digolongkan sebagai penyakit kegagalan organ menyeluruh yang meliputi gangguan peredaran darah, gangguan syaraf, gangguan fungsi ginjal, hati dan pembekuan darah serta gangguan pengeluaran keringat.

TANDA-TANDA CEDERA PANAS

  1. KEJANG PANAS

Tanda: - kesemutan/kejang otot/kram pada tangan, kaki dan kemungkinan juga kejang otot perut.

  1. PINGSAN PANAS

Tanda :

- rasa lelah yang menyeluruh

- hipotensi/tensi rendah

- pandangan kabur

- pucat

- keringat berlebih

- pingsan sesaat kemudian sadar

- suhu kulit meningkat


3. KELELAHAN PANAS

Tanda :

- keringat sangat banyak

- sempoyongan

- pucat

- sakit kepala

- mual

- bicara meracau/ngelantur

- tensi turun

- denyut nadi cepat dan lemah (normal:60-80 kali per menit)

- kadang-kadang sampai pingsan

4. SENGATAN PANAS / HEATSTROKE

Tanda :

- suhu tubuh meningkat

- otot tubuh lemah

- gerakan tungkai tidak teratur

- halusinasi

- muntah

- diare

- denyut nadi cepat dan lemah, kadang tidak teraba

- tensi sangat rendah

- tidak sadar

PENCEGAHAN

  1. PENGGUNAAN ALAT WBGT

Karena faktor-faktor lingkungan seperti kelembaban lingkungan dan temperatur udara sangat berpengaruh terhadap fungsi tubuh, maka perlu dimonitor dengan alat WBGT. Yang di monitor dengan alat WBGT yaitu :

a. suhu udara

b. kelembaban udara

c. gerakan udara

d. radiasi panas lingkungan

Alat ini dipasang pada lokasi yang sama atau berdekatan dengan tempat latihan. Dari hasil data dari alat ini digunakan sebagai patokan untuk menentukan ambang batas kegiatan fisik yang boleh dilakukan pada lingkungan yang panas. Hasil data alat WBGT di tunjukkan dengan bendera. Yang meliputi :

a. Bendera hijau : semua aktivitas fisik dapat dilakukan

dengan hati-hati.

b. Bendera kuning : aktivitas fisik harus dilakukan dengan

hati-hati dibawah pengawasan.

c. Bendera merah : aktivitas fisik pada pelatih dan siswa

harus dihentikan.

d. Bendera hitam : semua aktivitas fisik baik pelatih, siswa

dan personil harus dihentikan.

  1. PENINGKATAN KESAMAPTAAN

Dengan pemeliharaan kesehatan yang disertai program latihan yang ditingkatkan secara bertahap dengan menerapkan kaidah-kaidaah yang berlaku dalam latihan. Kegiatan lari dan kegiatan berat pada siang hari sebaiknya tidak dilakukan.

  1. PENINGKATAN AKLIMATISASI

Aklimatisasi adalah kemampuan tubuh dalam menyesuaikan diri terhadap iklim yang berbeda dengan iklim uyang biasanya tubuh berada. Aklimatisasi panas memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkankan aklimatisasi dingin. Pada minggu-minggu pertama, beban dan lamanya latihan fisik harus dibatasi dan sedikit demi sedikit dinaikkan untuk memberi kesempatan pada tubuh untuk menjalani alkimatisasi. Setiap 20 menit latihan, istirahat 10 menit. Setelah terjadi aklimatisasi, panas tubuh seseorang akan membuat penyesuaian-penyesuaian sehingga tubuh dapat melakukan pengaturan keringat yang lebih baik.

  1. KECUKUPAN AIR DAN ELEKTROLIT

Pada saat kegiatan fisik,tubuh akan mengeluarkan keringat.Ini berarti tubuh juga kehilangan cairan dan elektrolit. Bila kehilangan cairan dan elektrolit ini tidak segera diganti maka akan dapat menyebabkan dehidrasi dan peningkatan suhu tubuh yang akan berakibat pada cedera panas. Sehingga pada saat latihan di tempat yang panas,disediakan air yang cukup, sebaiknya cukup mengandung elektrolit.

Pada latihan lapangan yang cukup berat seperti halang rintang, longmarch dll,peples air minum ditambah oralit dan diminum setiap 20 menit.

  1. KESEHATAN

Siswa dengan kondisi kesehatan yang kurang seperti sedang demam, sakit infeksi, muntah-muntah, diare dll, tidak diijinkan mengikuti latihan lapangan.

Pemberian tanda pita kuning untuk siswa dengan kondisi kesehatan kurang sehingga mudah dimonitor.

  1. ASUPAN MAKANAN DAN AIR MINUM

Asupan makanan agar memenuhi kebutuhan gizi dan kalori, yang disesuaikan dengan besarnya keluaran kalori untuk latihan.

Penimbangan berat badan dilakukan secara periodik untuk memantau kecukupan asupan makanan dan air minum.

  1. WAKTU ISTIRAHAT

Diperlukan sebagai fase pemulihan tubuh terhadap beban latihan dan regenerasi sel-sel tubuh yang rusak, sehingga proses adaptasi tubuh terhadap beban latihan berjalan positif.

Minimal 8 jam sehari, dapat terbagi menjadi 1 jam siang dan 7 jam malam.

  1. PAKAIAN DAN KELENGKAPANNYA

Pakaian (PDL) dibuat dari bahan yang menyerap keringat. Peples yang berisi air minum harus dimanfaatkan siswa setiap saat. Jika melakukan kegiatan berat, peples air minum diberi oralit.

TINDAKAN PERTOLONGAN

  1. Pindahkan ke tempat yang teduh/dingin/kendaraan yang dingin.
  2. Istirahatkan dengan posisi kaki lebih tinggi.
  3. Longgarkan pakaian, lepaskan semua perlengkapan
  4. Monitor tanda vital, bebaskan jalan nafas dan bila perlu infus NaCl 0,1% dan oksigen.
  5. Segera turunkan panas tubuh dengan menyiram air pada tubuh dan dikipas, kompres dingin pada leher dan ketiak.
  6. Beri minum air dicampur dengan oralit jika masih sadar.
  7. Bila masih tidak sadar, rujuk ke RS terdekat untuk pengobatan selanjutnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Counter


counter

buku tamu


ShoutMix chat widget