Change Language

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

FLU BURUNG

GEJALA DAN CARA PENCEGAHAN VIRUS FLU BURUNG

v SIFAT VIRUS :

  1. Dalam air virus tahan hidup selama 4 hari pada suhu 22 0C.
  2. Virus mati dengan desinfektan : amonium kuartener, formalin 2-5%, iodine, senyawa fenol, natrium atau kalium hipokloride.
  3. Dikandang ayam virus avian influenza bertahan selama 2 minggu setelah dipopulasi ayam.
  4. Virus di faeses dalam keadaan basah bertahan selama 32 hari.

v GEJALA KLINIS :

  1. Jengger, pial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan.
  2. Kadang ada cairan dari mata dan hidung.
  3. Pembengkakan di daerah muka dan kepala.
  4. Pendarahan dibawah kulit.
  5. Pendarahan titik pada kaki dan telapak kaki.
  6. Batuk, bersin, dan ngorokl.
  7. Unggas mengalami diare dan kematian tinggi.

v CARA PENULARAN :

  1. Cairan atau lendir yang berasal dari lubang hidung, mulut, mata, dan lubang anus (tinja) dari unggas yang sakit ke lingkungan.
  2. Kontak langsung dengan ayam sakit.
  3. Secara tidak langsung melalui pakan atau air minum, pekerja kandang, kandang dan peternakan, rak telur, keranjang ayam, dan alat transportasi yang tercemar virus Avian Influenza.

v LANGKAH PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN :

  1. Peningkatan Biosekuriti

a. Desinfeksi alat dan fasilitas peternakan.

b. Dilarang mengeluarkan unggas yang sakit, kotoran, dan limbah peternakan.

c. Membatasi keluar masuk orang ke dalam lokasi peternakan.

d. Mencegah keluar masuknya tikus dan hewan lain ke dalam lokasi peternakan.

  1. Dekontaminasi atau desinfeksi

a. Pakan, tempat pakan atau air minum, semua peralatan.

b. Pakaian pekerja kandang, alas kaki, kendaraan, dan bahan lain yang tercemar.

c. Bangunan kandang yang kontak dengan unggas, kandang atau tempat penampungan unggas.

d. Permukaan jalan menuju peternakan atau kandang/ tempat penampungan unggas.

  1. Depopulasi tindakan pemusnahan selektif terbatas.

pemusnahan selektif (depopulasi) dilakukan terhadap unggas sehat yang sekandang dan di peternakan tertular.

  1. Disposal

dilakukan dengan cara pembakaran dan penguburan minimal dengan kedalaman minimal 1,5 meter.

unggas mati (bangkai), karkas, telur terinfeksi, kotoran (faeses), bulu, alas kandang (sekam) pupuk, dan pakan ternak yang tercemar, bahan dan peralatan lain yang terkontaminasi yang tidak dapat disuci hamakan.

  1. Vaksinasi

Vaksinasi yang dapat dilakukan terhadap unggas yang sehat didaerah tertular sebagai berikut :

a. Ayam pedaging (Broiler) divaksin umur 4-7hari, dosis 0,2 ml, pemberian dibawah kulit pada pangkal leher.

b. Ayam petelur (layer) dan pembibitan (breeder) divaksin pada :

- Umur 4-7 hari dosis 0,2 ml, pemberian dibawah kulit pada pangkal leher.

- Umur 4-7 minggu dosis 0,5 ml, pemberian dibawah kulit pada pangkal leher.

- Umur 12 minggu dosis 0,5 ml, pemberian dibawah kulit pada pangkal leher atau pada otot dada.

Booster : pengulangan kembali tiap 3-4 bulan, dengan dosis 0,5 ml, pada otot dada.

v PENGISIAN KEMBALI (RESTOCKING)

  1. Peternak diperbolehkan untuk mengisi kandang kembali setelah 30 hari setelah pengosongan kandang.
  2. Sebelumnya harus sudah dipastikan semua tindakan dekontaminasi (desinfeksi) dan disposal (pembakaran/ penguburan) yang sesuai prosedur telah dilaksanakan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Counter


counter

buku tamu


ShoutMix chat widget