Change Language

Translate this page from Indonesian to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Anemia Pada Ibu Hamil

ANEMIA PADA IBU HAMIL

I. Pengertian

Anemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu hamil dimana kadar Hb kurang dari normal (kurang dari 12 g%) dan hematokrit kurang dari 37%. Nilai hematokrit wanita dewasa 37-47% dan wanita hamil (kehamilan 30 minggu) 26-34%

II. Patofisiologi anemia pada kehamilan

Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah karena perubahan sirkulasi yg makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II kehamilan, dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000ml, menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal tiga bulan setelah partus. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta, yang menyebabkan peningkatan sekresi aldosteron.

III. Etiologi

Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan yaitu :

a. Hipervolemia menyebabkan terjadinya pengenceran darah

b. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma

c. Kurangnya zat besi dalam makanan

d. Kebutuhan zat besi meningkat

e. Gangguan pencernaan dan absorbsi

IV. Gejala klinis

Wintrobe mengemukakan bahwa manifestasi klinis dari anemia defisiensi sangat bervariasi, bisa hampir tanpa gejala, bisa juga gejala-gejala penyakit dasarnya. Gejala-gejala dapat berupa kepala pusing, palpitasi, berkunang-kunang, perubahan jaringan epithel kuku, gangguan sistem neuromuskular, lesu, lemah, lelah, disphagia dan pembesaran kelenjar limpa. Pada umumnya sudah disepakati bahwa bila kadar hemoglobin<7gr/dl>> 11gr/dl), anemia ringan (8-11gr/dl) dan anemia berat (< 8g/dl). Berdasarkan hasil pemeriksaan darah ternyata rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil adalah sebesar 11.28mg/dl, kadar hemoglobin terendah 7.63mg/dl dan tertinggi 14.00mg/dl.

V. Dampak anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil

Soeprono menyebutkan bahwa dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat rinagn hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus, partus immature/premature, gangguan proses persalinan (innertia, atonia, partus lama, perdaraham atonis), gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim, daya tahan terhadap infeksi dan stres kurang, produksi ASI rendah), dan gangguan pada janin (abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, kematian perinatal dan lain-lain).

1 komentar:

Animea pada ibu hamil mengatakan...

infonya mantab gan.... untuk menangani animea pada ibu hamil gimana ya ?

Poskan Komentar

Counter


counter

buku tamu


ShoutMix chat widget